
Translate This Web
Minggu, 14 Februari 2010
Siaran Liga Indonesia Go International

UNIK : Supporter Malah Dukung Tim Lawan
Pada pertandingan hari ini, bonek memutuskan untuk bergabung dengan bobotoh mendukung Persib Bandung. Tentang alasannya, memang agak konyol. Menurut saya, mana ada supporter yang mendukung tim lawannya mengalahkan timnya sendiri.
Senin, 08 Februari 2010
Liga Indonesia Semakin Menarik Di Luar Negeri

Liga Super Indonesia semakin menarik banyak pihak. Jika sebelumnya LSI hanya mampu memikat pemain dari benua hitam Afrika dan Amerika Selatan, maka pada bursa transfer putaran kedua ini LSI mulai kebanjiran pemain pelamar yang berasal dari Asia, Australia, bahkan Eropa.
Pelamar dari Asia kebanyakan datang dari Thailand, Singapura, Uzbekistan, Jepang, Australia dan Korea Selatan. Dari Eropa, mereka datang dari Denmark, Spanyol, Italia dan Belanda.
Klub ibukota Persitara Jakarta Utara berhasil memikat hati mantan pemain Real Murcia asal Inggris, Mark Redshaw.
Mantan pemain Ascoli (Italia), FC Copenhagen (Denmark) dan Haarlem (Belanda) juga tertarik mengadu nasib ke Indonesia. Kabar terakhir, mantan pemain Manchester United dan Manchester City juga tertarik ke Liga Indonesia, tepatnya ke Persitara, namun namanya dirahasiakan.
Kualitas Liga Indonesia yang lebih baik dari Liga lain diamini oleh pemain Arema asal Singapura, Noh Alam Shah. "Kualitas Liga Indonesia jauh lebih baik daripada Liga Singapura," kata Noh.
Menurut pengamatan saya, ada beberapa hal yang mampu menarik pemain-pemain asing untuk berlaga di Indonesia.
- Komunikasi : Di Indonesia, banyak pemain dan pelatih yang fasih berbahasa Inggris. Dan para pemain asing yang datang terlebih dahulu juga fasih berbahasa Indonesia, sehingga memudahkan komunikasi.
- Kompetitif : Meskipun minim prestasi internasional, Liga Indonesia diakui banyak pihak luar negeri, seperti Arsene Wenger dan Ivan Kolev, menyimpan bakat-bakat luar biasa. Kekurangannya hanya dari segi fisik dan mental.
Biaya hidup murah : Dibandingkan luar negeri, biaya hidup di Indonesia memang lebih murah.
2 Tahun
Tidak terasa, ternyata blogmasindra sudah beredar selama 2 tahun di dunia maya. Blog ini berdiri tepatnya pada 19 Januari 2008 pukul 09.00 pagi.
Semoga blog ini bisa eksis terus. Namun eksis tidaknya sebuah blog tergantung dari ide sang penulis. Jadi kalau pembaca blog ada ide atau saran dan kritik silahkan sampaikan, tidak perlu sungkan.
Terima kasih buat yang sudah membaca ataupun sudah mampir. Terimakasih buat bengawan.org yang sudah berjasa begitu banyak terhadap blog saya, dan juga pihak lain yang tidak bisa saya sebutkan satu-persatu.
Selasa, 26 Januari 2010
Supporter Bukan Perusak
Support dalam bahasa Inggris artinya mendukung. Orang yang mendukung dinamakan supporter.
Hampir setiap individu maupun kelompok membutuhkan seorang pendukung agar ia dapat terus berjalan. Tidak terkecuali klub sepakbola. Setiap klub di seluruh dunia pasti punya barisan pendukung yang dinamaka
n supporter.
Supporter… seperti yang saya tuliskan di paragraph pertama, artinya ya itu… orang-orang yang mendukung suatu klub. Dukungan yang diberikan bermacam-macam. Ada yang membayar tiket untuk menonton yang nantinya hasil penjualan tiket itu akan digunakan untuk mendanai klub. Ada yang membeli merchandise, ada yang menggalang aksi kepedulian dll.
Lalu bagaimana dengan para supporter perusuh ?



Setiap kerusuhan yang terjadi akibat ulah supporter, akan diselidiki komdis. Bila memang terbukti telah melakukan kerusuhan, siapa yang akan didenda dan kena akibatnya ? Bisa anda tebak, KLUB YANG DIDUKUNG !
Sanksi hukuman beragam. Mulai dari denda hingga pertandingan tanpa penonton. Semua orang juga tahu, supporter sering dijuluki sebagai pemain ke-12. Itulah alasannya sebuah klub yang mempunyai supporter fanatik susah dikalahkan baik di kandang maupun tandang. Supporter selalu mendukung mereka, dan itu akan jadi nilai tambah lain selain skill yang dimiliki oleh pemain itu sendiri.
Kalau sanksi denda diterapkan, siapa yang rugi ? KLUB, BUKAN SUPPORTER. Klub yang terkena sanksi denda karena, bukan supporter.
Kalau sanksi bertanding tanpa penonton, siapa yang rugi ? KLUB, BUKAN SUPPORTER. Bertanding tanpa dukungan supporter memiliki dampak psikologis yang sedikit banyak kurang menguntungkan.
Sudah jelas bahwa supporter adalah orang yang mendukung, bukan merugikan klub. Supporter yang melakukan kerusuhan tidak layak disebut supporter. Mereka yang mengantarkan klub pada masalah. Seharusnya para supporter yang bermasalah segera memperbaiki diri, supaya klub kebanggaan mereka tidak terancam masalah, itupun kalau mereka masih bangga dengan klub yang dibelanya, dan tidak bermaksud menghancurkannya.
Betapa banyak klub yang terjatuh ke dalam masalah karena ulah supporter. Juventus, karena ulah supporternya yang rasis. Klub-klub asal inggris pun pernah mendapat hukuman 6 tahun tidak boleh berlaga di kompetisi eropa karena insiden yang lagi-lagi melibatkan supporter. Banyak klub yang terancam rugi karena sanksi laga tanpa penonton yang, lagi-lagi, disebabkan karena supporter yang bermasalah.