Translate This Web

Sabtu, 01 Januari 2011

Pelajaran Yang Bisa Kita Petik Dari Pemain Naturalisasi

Saya mendapat ide artikel ini dari guru kimia saya.

Suatu saat ketika pelajaran kimia, yang membahas tentang Makromolekul dan Polimer, guru saya menggunakan media presentasi PowerPoint untuk mempermudah pembelajaran. Di halaman awal, terpampanglah foto pemain timnas keturunan Belanda, Irfan Bachdim.

Seisi kelas langsung heboh, terutama kaum hawa. Guru kimia saya buru-buru menjelaskan.

"Bukan Irfan Bachdim-nya yang polimer. Tapi kaos yang dipakainya itulah yang termasuk polimer."

Lalu guru saya melanjutkan :
"Pemain naturalisasi di Timnas patut menjadi renungan untuk kita semua. Pemain naturalisasi yang baru beberapa saat menjadi WNI (Warga Negara Indonesia) saja bisa mengharumkan nama timnas. Bagaimana dengan kita yang sudah bertahun-tahun menjadi WNI ? Seharusnya kita bisa lebih dari mereka ?"

Sebuah pernyataan yang cukup menyentak, saya pikir. Memang benar, mereka yang baru sebentar jadi WNI sudah bisa mengharumkan nama bangsa, tapi kita yang sudah bertahun-tahun ?

Sudah saatnya kita sebagai WNI bangkit untuk membangun negeri ini. Kita kerahkan seluruh kemampuan kita untuk membangun negeri ini.

3 komentar:

Lek Narto mengatakan...

Setuju Mas Indra, tentunya dengan membuat diri sendiri menjadi lebih baik, saat itulah kiranya awal membangun negeri ini...
salam kenal

andika mengatakan...

Selain memperbaiki diri juga sering berbagi, pernah mendengar kata orang kalau orang Indonesia itu suka yang gratisan, nah, dengan berbagi ilmu maka kita bisa membangun negara dengan tidak berkurang milik kita.

hendot mengatakan...

sobat ku
makasih ya atas postingnya
sangat bermanfaat,,
kunjungi jg bahan bacaan saya :
jurnal
ekonomi andalas

Text